Hebat! Peneliti Indonesia Kembangkan Obat HIV dari Daun Ini

DNA

JAKARTA – Lewat jurnal yang dipublikasikan Natural Compounds diketahui, sebuah ekstrak tanaman yang tumbuh di benua Asia dapat membantu mengobati HIV.

Para ilmuwan sebelumya mengungkapkan, ekstra tanaman tersebut secara tradisional digunakan untuk mengobati radang sendi yang ternyata mengandung senyawa anti-HIV yang ampuh dan diklaim lebih kuat daripada obat AZT.

Azidothymidine (AZT) merupakan obat antiretroviral yang digunakan untuk mencegah dan mengobati HIV/AIDS. Hingga akhirnya ditemukan senyawa patentiflorin A yang berasal dari daun Justicia, diidentifikasi dalam skrining lebih dari 4.500 ekstrak tumbuhan karena efeknya terhadap virus HIV.

Ekstrak Justicia diawetkan dan diambil dari daun, batang, serta akar tanaman telah dikumpulkan di Taman Nasional Cuc Phuong di Hanoi, Vietnam, lebi...

Read More

Etika Penelitian di Indonesia Dinilai Masih Rendah

penelitian

YOGYAKARTA — Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Kasiyarno mengatakan, saat ini etika penelitian di Indonesia masih sangat rendah. Padahal kata dia, etika penelitian itu sangat penting di tengah era transparansi dan keterbukaan saat ini.

“Etika penelitian ini sangat penting, ini menyangkut hak asasi manusia dan juga transparansi,” katanya saat membuka pelatihan etika penelitian dasar dan lanjut yang digelar Komite Etika Penelitian UAD

Penelitian sendiri diikuti 30 anggota dan pengelola komite etik di Jawa Tengah dan DIY. Pelatihan menghadirkan komite etik dari Philipina.

Dikatakan Kasiyarno, masyarakat berhak tahu jika ada yang menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Peneliti juga harus transparan memaparkan penelitiannya kepada masyarakat yang dijadikan obyek...

Read More

Peneliti Temukan Material Sebagai Sumber Listrik

Listrik4

JAKARTA – Perkembanan teknologi dalam beberapa tahun belakangan memang semakin tidak terbendung. Setiap harinya selalu saja tercetus inovasi – inovasi baru yang dapat mempermudah kehidupan manusia.

Belum lama ini, para peneliti telah menemukan cara baru untuk kehidupan yang lebih baik. Dimana salah satu sumber teknologi untuk masa depan tersebut diberi nama KBNNO.

Material tersebut merupakan material keramik yang bisa menghasilkan listrik dengan tiga cara yang berbeda. KBNNO ini bisa menghasilkan listrik melalui cahaya matahari, panas, dan pergerakan. Demikian dikutip dari, World Economics Forum (WEF), Senin (18/6/2017).

Seorang peneliti dari Finland’s University of Oulu masih mengembangkan material tersebut agar dapat diaplikasikan di masa depan...

Read More

Wewenang Batalkan Perda Provinsi Dicabut, Kemendagri Siap Taati MK

09b4b05a-60a6-4bd2-939a-b76e89ba6243_169

JAKARTA – Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto menghormati putusan Mahkamah Konstitusi yang mencabut kewenangan Kemendagri membatalkan perda provinsi, kabupaten, dan kota. Walaupun hal itu dapat menimbulkan masalah baru.

“Semua orang di Indonesia harus taat hukum, termasuk institusi, subjek hukum bisa kelompok masyarakat, organisasi, dan LSM, termasuk pemerintah harus taat hukum. Kalau begitu, putusannya final (mengikat),” ujar Sigit dihubungi wartawan.

Terlepas dari institusi, Sigit sendiri mengaku kecewa dengan putusan MK terkait UU Pemerintahan Daerah. Terlebih dengan masih banyaknya perda bermasalah di daerah.

“Pertanyaannya memang bisa MA begini (tangani perda bermasalah) orang MA perkara masih numpuk. Akhirnya Jokowi mau ngomong apa? Mungut terus, mungut. Ketika diajuk...

Read More

Dibuat Batuk dan Dibayar Rp 60 Juta untuk Penelitian, Tertarik?

batuk

Jakarta – Peneliti dari Universitas Southampton bersedia membayar sebesar 3.526 poundsterling atau sekitar 60 juta rupiah bagi relawan yang bersedia dibuat batuk untuk penelitian. Syaratnya, Anda harus berusia 18-45 tahun, bukan perokok, dalam keadaan sehat, dan bersedia tinggal di unit isolasi selama 17 hari.

Tujuan penelitian tersebut untuk memperbaiki vaksin terhadap pertusis atau dikenal dengan batuk rejan. Batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis dan dapat dengan cepat menyebar dari satu orang ke orang lain. Ini sangat berbahaya bagi bayi dan balita.

Tim peneliti nantinya akan menginfeksi peserta sehat dengan pertusis dosis rendah dan memantau kondisinya...

Read More